Our Journey
Celebrating the story of how ILS grew from a student movement into a leadership community that shapes future changemakers.
Intellectual Leadership School tidak lahir dari hari kemarin, namun berdasarkan cita-cita besar untuk mencetak pemimpin yang dapat selalu menjawab kebutuhan sosial pada era apapun itu. Cita-cita itu tidak berbentuk ILS yang ada seperti sekarang, namun berawal dari Sekolah Penerus Bangsa yang kala itu dirintis oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret.
SPB atau Sekolah Penerus Bangsa adalah sekolah yang menjadi wadah bagi para calon penerus bangsa untuk mengasah jiwa nasionalis mereka, dibalut dalam kegiatan gotong royong. Menjadikan penerus bangsa yang seutuhnya, penerus bangsa yang tau akan seluk beluk permasalahan di negeri ini dan siap menjadi generasi penerus merah putih.
Langkah ini tercatat pada tahun 2011 hingga kemudian pada tahun 2020 menjadi tahun terakhir kapal Sekolah Penerus Bangsa ini berlayar. Namun, bentang samudra yang ada di bumi ini takkan habis untuk terus ditelusuri. Cita-cita kepemimpinan yang bernilai itu diteruskan oleh Intellectual Leadership School. Pergantian ini dilakukan untuk menyelaraskan diri dengan kebutuhan zaman, memperkuat branding modern, serta menekan fokus kegiatan pada aspek kapasitas intelektual dan kepemimpinan kritis mahasiswa.
Hingga kemudian ILS terus tumbuh dan berkembang setiap tahunnya. Akan selalu ada gebrakan dan inovasi baru setiap tahunnya yang disajikan untuk menjawab isu serta kebutuhan pemimpin yang terus berubah. Namun, perubahan-perubahan itu tidak kemudian merubah prinsip dan kualitas ILS yang terus dijaga oleh delapan nilai kepemimpinan kami yang menjadi landasan dari segala kegiatannya.
Sekolah kepemimpinan dan kaderisasi dari BEM UNS hadir dengan nama Sekolah Penerus Bangsa (SPB).
Sekolah Penerus Bangsa yang menjadi cikal bakal sekolah kepemimpinan kampus mulai berkembang dan mengubah namanya menjadi Intellectual Leadership School sebagai bentuk adaptasi pada era.
Intellectual Leadership School untuk pertama kalinya bekerja sama dengan Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu untuk melakukan pengkaryaan siswa.
Intellectual Leadership School melakukan open class dengan mengundang bapak Anies Baswedan sebagai speaker pada kegiatan tersebut.